PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi menyelesaikan akuisisi 100% saham Loyal Metals Ltd, perusahaan tambang asal Australia, dengan nilai transaksi sekitar Rp1 triliun. Langkah ini memperkuat ekspansi BUMI ke bisnis emas dan mineral logam sekaligus mendapat respons positif dari investor asing.
BUMI menuntaskan transaksi akuisisi tersebut pada Jumat, 4 September 2026 melalui anak usahanya, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA). Dalam transaksi ini, BRA mengambil alih 175.710.515 saham Loyal Metals yang mewakili 100% saham ditempatkan dan disetor penuh perusahaan tersebut.
Nilai transaksi mencapai AU$79,06 juta atau sekitar Rp1 triliun. Dengan selesainya aksi korporasi tersebut, BUMI kini secara resmi menjadi pemilik penuh Loyal Metals melalui BRA.
Ekspansi BUMI ke Tambang Emas dan Mineral Logam
Akuisisi Loyal Metals menjadi bagian dari strategi BUMI untuk memperluas portofolio bisnis yang selama ini dikenal kuat di sektor batu bara. Loyal Metals merupakan perusahaan yang tercatat di Australian Securities Exchange dengan kode saham LLM dan memiliki bisnis pertambangan emas.
Perusahaan Australia tersebut juga tengah menjajaki peluang pengembangan mineral kritis. Sebelumnya, BUMI menawarkan AU$0,45 per saham Loyal Metals, harga yang memberikan premi sekitar 40% hingga 50% dibandingkan harga saham perusahaan tersebut sebelum rencana akuisisi mencuat.
Rencana pengambilalihan ini sebenarnya telah berjalan sejak April 2026 ketika BUMI menandatangani Scheme Implementation Deed atau SID dengan Loyal Metals. Pada Agustus 2026, pemegang saham Loyal Metals memberikan persetujuan atas skema transaksi tersebut. Dalam rapat pemegang saham, sekitar 99,86% suara mendukung transaksi yang membuat BUMI atau anak usahanya menguasai seluruh saham Loyal Metals.
Ekspansi tersebut juga memperkuat transformasi BUMI yang mulai mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dengan meningkatkan kontribusi bisnis emas dan mineral logam. Sebelumnya, perseroan juga tengah mendorong pengembangan Wolfram yang diharapkan meningkatkan produksi emas.
Saham BUMI Mulai Dilirik Investor Asing
Rampungnya akuisisi Loyal Metals turut memberikan sentimen positif terhadap saham BUMI. Pada perdagangan Jumat, 4 September 2026, saham BUMI ditutup naik 1,9% ke level Rp210 per saham.
Dalam sepekan, saham BUMI telah menguat sekitar 10,5%, sedangkan dalam satu bulan terakhir kenaikannya mencapai 25%. Meski demikian, secara year to date saham BUMI masih tercatat turun sekitar 42,6%.
Minat investor asing juga mulai terlihat. Pada periode 31 Agustus hingga 4 September 2026, investor asing mencatatkan pembelian bersih saham BUMI sekitar Rp83,2 miliar di pasar reguler BEI. Angka tersebut berbalik dari kondisi pada pekan sebelumnya ketika investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp132,1 miliar.
Aksi beli tersebut berlanjut pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Berdasarkan data Stockbit yang dikutip Topik.id, investor asing membukukan net buy saham BUMI sebesar Rp180,5 miliar. Pada hari yang sama, BUMI termasuk salah satu saham yang menguat ketika IHSG justru ditutup melemah 0,25% ke level 6.619.
Samuel Sekuritas Pasang Target Harga BUMI Rp300
Penguatan saham BUMI juga diikuti pandangan positif dari Samuel Sekuritas. Sekuritas tersebut mempertahankan rekomendasi beli atau buy untuk saham BUMI dengan target harga Rp300 per saham.
Jika dibandingkan dengan harga penutupan Rp210 pada 4 September, target tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 42,8%. Valuasi tersebut menggunakan pendekatan sum of the parts atau SOTP dengan memperhitungkan nilai berbagai aset dan unit bisnis yang dimiliki BUMI.
Samuel Sekuritas melihat prospek kinerja BUMI masih terbuka hingga kuartal III 2026 dan periode berikutnya. Salah satu pendorongnya adalah peningkatan produksi emas Wolfram, pemulihan kinerja PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta peluang penurunan biaya operasional seiring harga bahan bakar yang lebih rendah.
Dari bisnis batu bara, potensi kenaikan harga komoditas juga menjadi salah satu katalis yang diperhatikan. Fenomena El Nino dinilai dapat memberikan dukungan terhadap harga batu bara, sementara penggunaan conveyor belt di sisi operasional dapat membantu menjaga volume produksi.
BUMI Hadapi Risiko dari Harga Komoditas
Meski prospeknya menarik, ekspansi BUMI tetap memiliki sejumlah risiko. Pergerakan harga batu bara menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena pelemahan harga dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan terhadap pendapatan.
Selain itu, peningkatan produksi emas Wolfram dan integrasi Loyal Metals juga membutuhkan eksekusi yang konsisten. Perlambatan produksi, penurunan harga emas, maupun keterlambatan dalam proses integrasi aset baru dapat memengaruhi ekspektasi kinerja perseroan.
Dengan akuisisi Loyal Metals yang kini telah rampung, BUMI memiliki pijakan baru untuk memperbesar bisnis mineral logam di luar Indonesia. Kombinasi bisnis batu bara, emas, serta potensi mineral kritis membuat strategi diversifikasi perseroan menjadi salah satu perhatian investor di pasar saham.
Pergerakan saham BUMI berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan perseroan mengintegrasikan aset baru, meningkatkan produksi, serta menjaga kinerja bisnis utama. Target Rp300 dari Samuel Sekuritas menjadi salah satu proyeksi yang kini diperhatikan pasar, tetapi realisasinya tetap akan dipengaruhi oleh kondisi komoditas dan kinerja operasional BUMI.



Komentar