Saham Strategy Inc. dengan kode MSTR kembali menjadi perhatian pasar setelah melonjak sekitar 7,5 persen dan menembus level di atas US$120 pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Penguatan tersebut terjadi ketika Bitcoin kembali pulih dan sempat menyentuh sekitar US$79.400, sekaligus membawa MSTR ke level tertinggi dalam dua bulan.
Bitcoin Pulih Jadi Katalis Utama MSTR
Kinerja saham Strategy sangat berkaitan dengan pergerakan Bitcoin karena perusahaan menjadikan aset digital tersebut sebagai bagian utama dari strategi treasury. Ketika harga BTC menguat, nilai aset yang dimiliki perusahaan ikut terdorong dan biasanya memberikan sentimen positif terhadap saham MSTR.
Kondisi tersebut kembali terlihat pada perdagangan terbaru. Pemulihan Bitcoin mendorong investor kembali masuk ke saham perusahaan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Sebelumnya, data pasar juga menunjukkan adanya perubahan sentimen di kalangan pemegang Bitcoin besar. Kelompok whale tercatat mengakumulasi sekitar 43.000 BTC dalam 60 hari, dengan nilai sekitar US$2,75 miliar. Perubahan tersebut menjadi salah satu faktor yang ikut memperkuat optimisme terhadap aset kripto.
Strategy Justru Tidak Membeli Bitcoin
Ada hal menarik di balik kenaikan MSTR kali ini. Strategy ternyata belum kembali melakukan pembelian Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam laporan terbaru, perusahaan tidak membeli maupun menjual Bitcoin selama periode 10 sampai 16 Agustus 2026. Jumlah kepemilikannya tetap berada di 840.447 BTC dengan total biaya perolehan sekitar US$63,36 miliar. Harga rata-rata pembelian tercatat sekitar US$75.385 per Bitcoin.
Keputusan tersebut berbeda dengan strategi Strategy selama bertahun-tahun yang dikenal agresif mengumpulkan Bitcoin menggunakan dana hasil penerbitan saham dan instrumen pasar modal.
Strategy Kumpulkan US$333,7 Juta dari Penjualan Saham
Meski tidak membeli Bitcoin, Strategy tetap aktif menggalang dana melalui saham MSTR.
Pada periode 10 hingga 16 Agustus, perusahaan menjual sekitar 3,46 juta saham MSTR melalui program at-the-market dan memperoleh dana bersih sekitar US$333,7 juta. Dana tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk membeli Bitcoin.
Sekitar US$52,4 juta digunakan untuk pembayaran dividen saham preferen STRC. Kemudian US$132,2 juta digunakan untuk membeli kembali saham preferen STRC, sedangkan sekitar US$149,1 juta dimasukkan ke cadangan dolar perusahaan.
Langkah tersebut membuat cadangan dolar Strategy meningkat menjadi sekitar US$4,8 miliar.
Kenapa Strategy Memilih Menimbun Kas?
Keputusan untuk menahan dana tunai menunjukkan bahwa Strategy kini memberikan perhatian lebih besar terhadap likuiditas dan struktur modal.
Cadangan kas yang besar memberikan ruang bagi perusahaan untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen serta kebutuhan lainnya tanpa harus menjual Bitcoin ketika kondisi pasar sedang tidak menguntungkan.
Strategi tersebut juga memberikan fleksibilitas apabila perusahaan kembali melihat peluang untuk mengakumulasi Bitcoin pada harga yang dianggap menarik.
Pada pertengahan Juli, Strategy juga sempat meningkatkan cadangan kas setelah menghimpun dana melalui penjualan saham tanpa langsung menggunakannya untuk membeli Bitcoin.
Kepemilikan Bitcoin Strategy Masih Sangat Besar
Walaupun pembelian Bitcoin dihentikan sementara, jumlah BTC yang dimiliki Strategy tetap sangat besar.
Dengan 840.447 BTC, perusahaan masih menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Berdasarkan harga pasar terbaru yang dilaporkan, kepemilikan tersebut bernilai puluhan miliar dolar AS.
Artinya, setiap perubahan besar pada harga Bitcoin tetap memiliki dampak signifikan terhadap nilai aset perusahaan dan persepsi investor terhadap MSTR.
Kenaikan harga BTC juga membantu memperbaiki posisi keuntungan yang belum direalisasikan dari kepemilikan Bitcoin Strategy.
MSTR Tidak Hanya Dipengaruhi Harga Bitcoin
Meski Bitcoin menjadi faktor utama, pergerakan saham MSTR juga dipengaruhi kondisi pasar saham, struktur pendanaan perusahaan, saham preferen, kebutuhan likuiditas dan ekspektasi investor terhadap strategi akumulasi BTC berikutnya.
Pada perdagangan terbaru, Investing.com mencatat saham Strategy sempat melonjak lebih dari 10 persen dalam perdagangan pra-pasar sebelum bergerak di atas US$120. Bitcoin yang menembus US$70.000 menjadi salah satu katalis utama penguatan saham perusahaan terkait kripto.
Pergerakan tersebut menunjukkan betapa sensitifnya MSTR terhadap perubahan sentimen Bitcoin. Ketika pasar kembali bullish terhadap BTC, MSTR dapat memperoleh dorongan lebih besar karena investor menganggap saham tersebut sebagai instrumen dengan eksposur Bitcoin yang tinggi.
Akankah Strategy Kembali Membeli Bitcoin?
Pertanyaan berikutnya adalah kapan Strategy akan kembali melanjutkan pembelian Bitcoin.
Penghentian pembelian dalam beberapa pekan terakhir belum tentu berarti perusahaan mengubah strategi jangka panjangnya. Strategy masih memiliki cadangan dolar yang cukup besar dan tetap mempertahankan kepemilikan Bitcoin dalam jumlah sangat tinggi.
Sebelumnya, CEO Strategy Phong Le juga memberikan sinyal bahwa perusahaan masih memiliki ekspektasi untuk melanjutkan akumulasi Bitcoin pada akhir tahun. Pernyataan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu meredakan kekhawatiran investor mengenai jeda pembelian BTC.
Saham MSTR Masih Sangat Sensitif terhadap Bitcoin
Kenaikan MSTR menunjukkan bahwa hubungan antara saham Strategy dan Bitcoin masih sangat kuat. Ketika BTC pulih, investor kembali melihat potensi peningkatan nilai aset perusahaan sekaligus peluang Strategy untuk melanjutkan strategi akumulasi.
Namun, volatilitas tetap menjadi risiko utama. Harga Bitcoin yang bergerak tajam dapat membuat saham MSTR mengalami perubahan yang jauh lebih besar dibandingkan aset dasarnya.
Investor juga perlu memperhatikan penggunaan dana hasil penerbitan saham karena penerbitan saham baru dapat memengaruhi struktur kepemilikan dan nilai per saham.
Dengan Bitcoin yang kembali menguat dan Strategy memiliki cadangan kas sekitar US$4,8 miliar, pasar kini menunggu langkah berikutnya. Apakah perusahaan akan kembali menggunakan dana tersebut untuk membeli Bitcoin atau mempertahankan strategi likuiditas masih menjadi salah satu pertanyaan terbesar bagi investor MSTR.



Komentar