Bisnis Keuangan
Home » Indeks » IHSG Anjlok 1,49% ke 6.490, Investor Asing Jual Saham Bank

IHSG Anjlok 1,49% ke 6.490, Investor Asing Jual Saham Bank

IHSG Anjlok 1,49% ke 6.490, Investor Asing Jual Saham Bank
IHSG Anjlok 1,49% ke 6.490, Investor Asing Jual Saham Bank

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan sesi I Jumat, 11 September 2026, IHSG merosot 1,49% atau 98,43 poin ke level 6.490,91. Pelemahan ini terjadi ketika tekanan jual investor meningkat dan mayoritas saham bergerak di zona merah.

IHSG sempat dibuka di level 6.552,79 dan bergerak hingga menyentuh posisi tertinggi tersebut pada awal perdagangan. Namun, tekanan jual semakin kuat hingga indeks turun ke level terendah 6.462,96. Hingga penutupan sesi pertama, sebanyak 521 saham melemah, sedangkan hanya 133 saham menguat dan 131 saham lainnya stagnan.

Tekanan terhadap pasar saham domestik juga terlihat dari aksi investor asing. Pada sesi pertama perdagangan Jumat, asing mencatatkan net sell sebesar Rp428,96 miliar. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperberat pergerakan IHSG di tengah sentimen global yang masih penuh ketidakpastian.

Saham Bank Jadi Beban IHSG

Pelemahan IHSG turut dipengaruhi koreksi sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI turun 1,84% menjadi Rp3.730 per saham.

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI terkoreksi 1,14% ke level Rp4.320. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI juga turun 1,51% menjadi Rp3.270 per saham.

Morgan Stanley Borong Saham GOTO Rp547 Miliar, Kepemilikan Kini Tembus 7,59%

Tekanan lebih besar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA yang turun 1,95% ke Rp6.300 per saham. Koreksi saham-saham bank berkapitalisasi besar menjadi perhatian karena kelompok saham tersebut memiliki bobot besar terhadap pergerakan IHSG.

Kondisi ini sejalan dengan pola perdagangan sebelumnya. Pada Kamis, 10 September 2026, investor asing juga mencatat net sell Rp1,31 triliun pada sesi pertama. Saat itu, saham perbankan menjadi kelompok yang paling banyak dilepas asing, sementara sejumlah saham pertambangan justru masih mencatatkan akumulasi beli.

Harga Minyak Jadi Perhatian Investor

Selain aksi jual asing, pasar saham juga menghadapi tekanan dari perkembangan geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia. Ketegangan di Timur Tengah membuat investor kembali mengkhawatirkan potensi gangguan pasokan energi global.

Harga minyak Brent bahkan bertahan di atas US$100 per barel. Kenaikan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi karena biaya energi yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan biaya produksi dan distribusi berbagai sektor ekonomi.

Situasi tersebut juga dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter global. Ketika inflasi berpotensi kembali meningkat, ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan suku bunga menjadi lebih terbatas.

BUMI Resmi Kuasai Loyal Metals Australia Rp1 Triliun, Saham Dibidik ke Rp300

Di pasar Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil US Treasury juga menjadi perhatian. Kondisi yield yang tinggi dapat membuat aset berbasis dolar Amerika Serikat kembali menarik bagi investor global dan berpotensi mengurangi aliran dana ke pasar saham negara berkembang.

Ekspektasi The Fed Ikut Membebani Pasar

Sentimen terhadap kebijakan The Fed juga menjadi perhatian pelaku pasar. Data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan penguatan pasar tenaga kerja sebelumnya meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral AS dapat mengambil sikap lebih hawkish dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana sebelumnya menilai pergerakan IHSG turut dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap data ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan The Fed. Pasar juga mencermati perkembangan bursa global dan regional Asia yang bergerak fluktuatif.

Sentimen tersebut membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dana. Saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya menjadi pilihan utama investor dapat mengalami tekanan apabila terjadi aksi ambil untung atau pengurangan posisi oleh investor asing.

Asing Masih Pilih Saham Tambang

Di tengah tekanan IHSG, tidak seluruh saham menjadi sasaran aksi jual investor asing. Pada perdagangan sebelumnya, beberapa saham sektor pertambangan justru masih mencatatkan net buy asing.

Prajogo Pangestu Bidik Pengendali SINI, CUAN Sudah Kuasai 27,78% Saham

Pada sesi pertama 10 September, ANTM menjadi saham dengan net foreign buy terbesar sebesar Rp177,57 miliar. CUAN berada di posisi berikutnya dengan pembelian bersih Rp134,80 miliar, disusul AADI sebesar Rp97,24 miliar, DSSA Rp84,83 miliar, dan TINS Rp63,70 miliar.

Perbedaan arus dana tersebut menunjukkan bahwa investor asing tidak sepenuhnya meninggalkan pasar saham Indonesia. Dana masih mengalir ke sejumlah emiten yang dinilai memiliki prospek menarik, terutama perusahaan yang berkaitan dengan komoditas dan sektor energi.

Pada perdagangan 7 September, misalnya, BUMI menjadi salah satu saham yang paling banyak dibeli asing dengan net buy Rp159,5 miliar. PTBA dan AADI juga mencatatkan pembelian bersih asing masing-masing Rp52,2 miliar dan Rp38,1 miliar.

IHSG Masih Dihadapkan pada Sentimen Global

Pelemahan IHSG pada Jumat memperlihatkan bahwa pasar saham Indonesia masih sangat sensitif terhadap perkembangan global. Ketegangan geopolitik, harga minyak, arah kebijakan The Fed, pergerakan yield obligasi Amerika Serikat, serta arus dana asing menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan investor.

Sebelumnya, IHSG juga telah melemah 0,25% ke level 6.619,67 pada perdagangan 7 September. Kala itu, investor asing mencatatkan net sell Rp678,55 miliar di seluruh pasar.

Dengan koreksi 1,49% pada sesi pertama Jumat, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada kemampuan IHSG bertahan di area 6.400 hingga 6.500. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi kembali menguji level terendah sebelumnya. Sebaliknya, meredanya sentimen geopolitik dan membaiknya arus dana asing dapat menjadi katalis bagi pemulihan IHSG.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *