Jakarta – Konglomerat energi Prajogo Pangestu kembali melakukan aksi korporasi besar di pasar modal. Ia tercatat melepas ratusan juta saham miliknya di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, jumlah saham yang dilepas mencapai sekitar 764 juta lembar. Transaksi dilakukan secara bertahap dalam periode 30 Maret hingga 2 April 2026 melalui 18 kali transaksi di pasar reguler.
Harga penjualan saham berada pada kisaran Rp1.045 hingga Rp1.150 per lembar. Dari aksi tersebut, dana yang diperoleh diperkirakan mencapai sekitar Rp749 miliar hingga Rp850 miliar.
Strategi Tingkatkan Free Float
Langkah pelepasan saham ini bukan tanpa alasan. Prajogo menyebutkan bahwa tujuan utama transaksi adalah untuk meningkatkan porsi saham yang beredar di publik atau free float.
Dengan bertambahnya jumlah saham yang dapat diperdagangkan oleh investor publik, likuiditas saham diharapkan meningkat. Kondisi ini dinilai penting untuk menarik minat investor, baik ritel maupun institusi, sekaligus menciptakan pergerakan harga yang lebih sehat di pasar.
Sejumlah analis menilai langkah tersebut juga menjadi sinyal bahwa perusahaan ingin memperluas basis kepemilikan dan meningkatkan kualitas perdagangan saham di bursa.
Kepemilikan Masih Dominan
Meski melepas ratusan juta saham, posisi Prajogo sebagai pemegang saham pengendali tidak berubah. Setelah transaksi, kepemilikannya turun dari sekitar 84,09 persen menjadi 83,42 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa aksi divestasi dilakukan secara terukur tanpa mengganggu kendali terhadap perusahaan.
Dampak ke Pergerakan Saham
Di tengah aksi korporasi tersebut, saham CUAN sempat mengalami tekanan. Pada penutupan perdagangan 2 April 2026, harga saham berada di level Rp1.045 atau melemah lebih dari 7 persen dalam sehari.
Secara jangka pendek, tekanan harga kerap terjadi setelah aksi jual dalam jumlah besar. Namun, peningkatan free float dinilai berpotensi memberikan dampak positif dalam jangka menengah hingga panjang, terutama dari sisi likuiditas dan partisipasi investor.
Sinyal Strategi Jangka Panjang
Langkah Prajogo Pangestu ini mencerminkan strategi manajemen kepemilikan yang lebih fleksibel di tengah dinamika pasar. Dengan tetap mempertahankan mayoritas saham, namun membuka ruang lebih luas bagi investor publik, perusahaan berpotensi memperoleh keseimbangan antara kontrol dan likuiditas.
Bagi pelaku pasar, aksi ini menjadi indikator penting dalam membaca arah kebijakan pemegang saham utama sekaligus prospek perdagangan saham CUAN ke depan.



Komentar