Bisnis Keuangan
Home » Indeks » Lo Kheng Hong Borong Saham DILD dan GJTL, Sinyal Optimisme di Tengah Tekanan Pasar

Lo Kheng Hong Borong Saham DILD dan GJTL, Sinyal Optimisme di Tengah Tekanan Pasar

Lo Kheng Hong Borong Saham DILD dan GJTL, Sinyal Optimisme di Tengah Tekanan Pasar

Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menarik perhatian pasar setelah meningkatkan kepemilikan saham di dua emiten, yaitu PT Intiland Development Tbk dan PT Gajah Tunggal Tbk. Aksi ini berlangsung hingga awal April 2026 dan menjadi sinyal kuat atas keyakinannya terhadap prospek kedua perusahaan.

Langkah tersebut bukan yang pertama. Sepanjang tahun berjalan, Lo Kheng Hong tercatat konsisten melakukan akumulasi saham, terutama saat harga berada dalam fase koreksi. Strategi ini sejalan dengan pendekatan investasi jangka panjang yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Kepemilikan di GJTL Terus Bertambah

Pada saham Gajah Tunggal, Lo Kheng Hong tercatat membeli lebih dari satu juta lembar saham pada awal April 2026. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikannya mencapai sekitar 219 juta lembar atau lebih dari 6 persen dari total saham perusahaan.

Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya, jumlah ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sepanjang 2026, ia telah menambah belasan juta lembar saham GJTL, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang saham utama.

Intiland Jadi Target Strategis

Selain GJTL, saham Intiland Development juga menjadi fokus utama. Hingga awal April 2026, kepemilikan Lo Kheng Hong di DILD tercatat lebih dari 700 juta lembar saham atau sekitar 6,8 persen.

Autopedia Lestari Siapkan Buyback Saham Rp20 Miliar, Fokus Perkuat Nilai Perusahaan

Akumulasi ini terus bertambah dibandingkan posisi akhir 2025. Penambahan saham dilakukan secara bertahap, terutama saat harga mengalami penurunan.

Menariknya, alasan di balik pembelian ini cukup sederhana. Ia melihat harga saham sedang berada di bawah nilai wajarnya, sehingga menjadi peluang untuk masuk lebih dalam.

Strategi Value Investing Tetap Konsisten

Aksi yang dilakukan Lo Kheng Hong mencerminkan pendekatan value investing yang menitikberatkan pada pembelian saham undervalued. Dalam strategi ini, investor mencari perusahaan dengan fundamental baik namun diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.

Pendekatan ini membutuhkan kesabaran dan keyakinan terhadap potensi jangka panjang perusahaan. Dalam banyak kasus, strategi ini terbukti mampu memberikan hasil optimal ketika pasar mulai pulih.

Sinyal untuk Pelaku Pasar

Langkah Lo Kheng Hong kerap dijadikan referensi oleh investor ritel. Ketika investor besar mulai mengakumulasi saham tertentu, hal tersebut sering dianggap sebagai sinyal positif terhadap prospek emiten.

Saham Sawit Grup Salim Melonjak, SIMP Terbang hingga 17 Persen

Meski demikian, setiap investor tetap perlu melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan. Kondisi pasar yang dinamis membuat strategi investasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing masing.

Dengan aksi borong yang terus berlanjut, pergerakan saham DILD dan GJTL diperkirakan masih akan menjadi perhatian dalam waktu dekat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *