PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) resmi menyetujui pembagian dividen tunai jumbo senilai Rp13,03 triliun kepada pemegang saham. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026.
Nilai dividen tersebut setara dengan 65 persen dari laba bersih konsolidasian perseroan yang mencapai Rp20,04 triliun sepanjang 2025. Sementara itu, sekitar 35 persen laba atau sekitar Rp7,01 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis dan memperkuat struktur permodalan bank.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pemberian nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental perusahaan.
Dividen Rp349 per Saham, Yield Menarik bagi Investor
Berdasarkan keputusan RUPST, pemegang saham berhak memperoleh dividen sekitar Rp349 per saham. Dengan harga saham BBNI yang sempat berada di kisaran Rp4.290 hingga Rp4.300 per saham, tingkat imbal hasil dividen atau dividend yield diperkirakan mencapai sekitar 8 persen.
Yield di atas 8 persen ini dinilai cukup menarik bagi investor, khususnya bagi investor yang berfokus pada strategi pendapatan dividen. Tingkat imbal hasil tersebut juga relatif kompetitif dibandingkan sejumlah saham perbankan besar lainnya di pasar domestik.
Meski demikian, perseroan belum mengumumkan jadwal resmi cum date, recording date, maupun tanggal pembayaran dividen. Informasi tersebut akan disampaikan kemudian melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Buyback Saham hingga Rp905 Miliar
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp905,48 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas harga saham di pasar.
Saham yang dibeli kembali nantinya akan disimpan sebagai saham tresuri. Perseroan dapat memanfaatkan saham tersebut untuk berbagai kebutuhan strategis, termasuk penjualan kembali di pasar atau program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen.
Manajemen BNI menilai langkah buyback juga mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap prospek bisnis jangka panjang. Selain menjaga stabilitas harga saham, kebijakan tersebut memberi fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola struktur permodalan.
Sinyal Positif bagi Pasar
Kombinasi dividen jumbo dan rencana buyback saham dipandang sebagai katalis positif bagi saham BBNI di pasar modal. Kebijakan ini tidak hanya memberikan insentif langsung bagi investor melalui pembagian dividen, tetapi juga berpotensi meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek bank pelat merah tersebut.
Dengan fundamental yang tetap kuat serta strategi penguatan modal yang berkelanjutan, BNI berupaya menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah dinamika industri perbankan dan pasar modal Indonesia.



Komentar