Bisnis Keuangan
Home » Indeks » Saham RANS Langsung ARA di Hari Perdana, Perusahaan Tegaskan Bukan Tempat Pencucian Uang

Saham RANS Langsung ARA di Hari Perdana, Perusahaan Tegaskan Bukan Tempat Pencucian Uang

Saham RANS Langsung ARA di Hari Perdana, Perusahaan Tegaskan Bukan Tempat Pencucian Uang
Saham RANS Langsung ARA di Hari Perdana, Perusahaan Tegaskan Bukan Tempat Pencucian Uang

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada hari pertama perdagangan, saham emiten berkode RANS langsung menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA), mencerminkan tingginya minat investor terhadap penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan tersebut.

Perdagangan perdana menjadi salah satu momen penting bagi perusahaan yang didirikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut. Antusiasme pasar terlihat sejak pembukaan perdagangan, ketika harga saham bergerak naik hingga mencapai batas maksimal kenaikan harian yang diizinkan bursa.

RANS Bantah Isu Pencucian Uang

Di tengah tingginya perhatian publik terhadap IPO RANS, beredar isu di media sosial yang menyebut perusahaan menjadi tempat pencucian uang. Menanggapi kabar tersebut, manajemen RANS menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta.

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menjelaskan bahwa pertumbuhan valuasi perusahaan berasal dari perkembangan bisnis dan investasi yang telah masuk sejak beberapa tahun lalu. Salah satu faktor yang disebut berkontribusi terhadap peningkatan nilai perusahaan adalah investasi dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada 2021.

Menurut manajemen, proses IPO justru menjadi bentuk keterbukaan perusahaan kepada publik karena seluruh informasi keuangan dan struktur kepemilikan telah melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan regulator.

Biosolar B50 Resmi Meluncur, Harga di SPBU Pertamina Tetap Rp6.800 per Liter

Penuhi Ketentuan OJK dan BEI

RANS juga memastikan seluruh proses pencatatan saham telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia. Perusahaan menyatakan telah memenuhi ketentuan mengenai keterbukaan informasi pemegang saham serta persyaratan minimum free float yang berlaku.

Dalam IPO ini, RANS melepas sekitar 2,525 miliar saham baru atau sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Persentase tersebut dinilai telah memenuhi ketentuan pencatatan saham di BEI.

Industri Kreatif Masuk Panggung Pasar Modal

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menyampaikan bahwa pencatatan saham ini menjadi tonggak penting bagi industri kreatif Indonesia. Menurutnya, IPO RANS menunjukkan bahwa perusahaan berbasis konten, media, dan kreativitas kini memiliki posisi yang semakin kuat di pasar modal nasional.

RANS sendiri telah berkembang menjadi perusahaan gaya hidup dan media terintegrasi dengan berbagai lini bisnis yang mencakup media digital, hiburan, produk konsumen, kecantikan, hingga aktivitas komunitas. Diversifikasi bisnis tersebut menjadi salah satu fondasi pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Investor Pantau Kinerja Pasca IPO

Keberhasilan saham RANS menyentuh ARA pada hari pertama perdagangan menjadi sinyal positif dari pasar. Namun demikian, analis mengingatkan bahwa pergerakan saham dalam jangka panjang akan tetap dipengaruhi oleh kinerja keuangan, strategi ekspansi, serta kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis.

Danantara Bangun Proyek Rp3 Triliun di Bali, Target Kurangi Sampah ke TPA hingga 80 Persen

Dengan status sebagai perusahaan terbuka, RANS kini dituntut menjaga transparansi, meningkatkan tata kelola perusahaan, dan terus menghadirkan kinerja yang mampu memenuhi ekspektasi investor. Langkah tersebut dinilai penting agar momentum positif setelah IPO dapat terus berlanjut dalam jangka panjang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *