Bisnis Keuangan
Home » Indeks » Aksi Borong Jumbo Rp 22,5 Miliar Warnai Pasar, Saham DEWA Melejit Lampaui Target Analis

Aksi Borong Jumbo Rp 22,5 Miliar Warnai Pasar, Saham DEWA Melejit Lampaui Target Analis

Aksi Borong Jumbo Rp 22,5 Miliar Warnai Pasar, Saham DEWA Melejit Lampaui Target Analis
Aksi Borong Jumbo Rp 22,5 Miliar Warnai Pasar, Saham DEWA Melejit Lampaui Target Analis

Perdagangan bursa saham menjelang penutupan akhir tahun 2025 dikejutkan oleh aktivitas luar biasa pada emiten kontraktor pertambangan PT Darma Henwa Tbk. Pada hari Senin, 29 Desember 2025, pergerakan harga saham berkode emiten DEWA ini menjadi sorotan utama para pelaku pasar modal. Lonjakan harga yang signifikan terjadi beriringan dengan tercatatnya transaksi pembelian dalam jumlah yang sangat besar. Fenomena ini seketika mengubah peta perdagangan harian dan menempatkan saham dewa sebagai salah satu saham paling likuid dan paling banyak diburu oleh investor pada hari ini.

Sentimen positif yang menyelimuti emiten Grup Bakrie ini bermula dari adanya aktivitas transaksi jumbo yang terdeteksi di pasar. Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun pada sesi pagi hingga siang hari ini, tercatat adanya aksi borong saham dengan nilai yang fantastis. Nilai transaksi bersih yang mencolok mencapai kisaran Rp 22,5 miliar. Angka ini bukanlah jumlah yang sedikit untuk saham di kategori harga tersebut, sehingga memicu spekulasi pasar bahwa ada “tangan besar” atau investor institusi yang sedang melakukan akumulasi masif terhadap aset ini.

Pelaku pasar yang jeli segera mengarahkan perhatian mereka pada broker atau sekuritas yang memfasilitasi transaksi besar tersebut. Laporan pasar mengungkapkan bahwa CGS International Sekuritas Indonesia terpantau menjadi salah satu pihak yang paling agresif dalam melakukan pembelian. Sekuritas asing ini tercatat memborong ratusan juta lembar saham dewa dalam waktu yang relatif singkat. Aksi beli bersih yang dilakukan oleh institusi sekelas CGS International sering kali dianggap sebagai sinyal kepercayaan yang kuat terhadap fundamental atau prospek jangka pendek perusahaan. Hal ini lazim disebut sebagai smart money flow di mana uang institusi masuk mendahului kenaikan harga yang lebih tinggi.

Dampak dari aksi borong ini langsung terasa pada papan perdagangan. Grafik harga dewa saham pertambangan ini langsung meroket meninggalkan level konsolidasinya. Kenaikan harga ini begitu agresif hingga berhasil menembus dan melampaui target harga yang sebelumnya ditetapkan oleh para analis teknikal. Banyak analis yang sebelumnya memberikan rekomendasi moderat kini harus merevisi pandangan mereka karena harga pasar telah berlari lebih cepat daripada prediksi konsensus. Penembusan level resistensi kuat ini mengonfirmasi terbentuknya tren bullish yang solid menjelang tutup tahun.

Bagi para investor ritel, pergerakan liar namun menguntungkan ini memvalidasi julukan dewa saham yang sering disematkan pada emiten ini ketika sedang dalam fase uptrend. Volatilitas yang tinggi memberikan peluang keuntungan modal atau capital gain yang besar dalam waktu singkat. Kenaikan harga yang terjadi hari ini membuat valuasi pasar Darma Henwa kembali diperhitungkan sebagai salah satu emiten kontraktor tambang yang memiliki daya tarik tinggi, terlepas dari fluktuasi harga komoditas batubara yang menjadi sektor dasarnya.

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik, Investor Mulai Berburu Logam Mulia di Akhir Mei

Para analis pasar modal menilai bahwa rekomendasi anyar untuk saham dewa kini cenderung positif. Aksi akumulasi yang dilakukan oleh investor besar mengindikasikan adanya potensi aksi korporasi atau perbaikan kinerja keuangan yang mungkin belum diketahui oleh publik secara luas. Biasanya, investor institusi melakukan riset mendalam sebelum menggelontorkan dana puluhan miliar rupiah. Oleh karena itu, langkah CGS International yang memborong saham ini dianggap sebagai validasi bahwa harga saham saat ini masih tergolong undervalued atau murah dibandingkan potensi kenaikannya di masa depan.

Selain faktor teknikal dan aliran dana asing, sentimen perbaikan operasional perusahaan juga turut menopang kenaikan harga. Efisiensi yang dilakukan manajemen serta perolehan kontrak-kontrak baru diprediksi menjadi bahan bakar fundamental yang menjaga agar kenaikan harga ini tidak bersifat semu. Kenaikan yang didasari oleh volume transaksi yang tebal, seperti yang terjadi pada transaksi Rp 22,5 miliar hari ini, biasanya jauh lebih berkelanjutan dibandingkan kenaikan harga yang hanya didorong oleh spekulasi ritel semata.

Meskipun demikian, para ahli tetap mengingatkan investor untuk waspada. Karakteristik saham dewa yang memiliki volatilitas tinggi menuntut disiplin trading yang ketat. Kenaikan tajam yang melampaui target analis sering kali diikuti oleh aksi ambil untung atau profit taking sesaat. Investor disarankan untuk memperhatikan level dukungan baru yang terbentuk setelah lonjakan harga ini. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka peluang untuk melanjutkan reli kenaikan di awal tahun 2026 akan semakin terbuka lebar.

Momentum akhir tahun atau yang sering dikenal dengan istilah window dressing tampaknya juga dimanfaatkan oleh para pengelola dana untuk mempercantik portofolio mereka dengan mengoleksi saham-saham yang sedang naik daun seperti DEWA. Kombinasi antara momentum window dressing, akumulasi bandar atau institusi, dan sentimen teknikal yang positif menciptakan badai sempurna bagi kenaikan harga saham dewa pada hari ini.

Secara keseluruhan, hari Senin ini menjadi panggung pembuktian bagi Darma Henwa. Dari transaksi senilai Rp 22,5 miliar hingga keberhasilan melampaui target analis, semua indikator mengarah pada optimisme pasar. Apakah tren ini akan berlanjut hingga tahun depan masih harus dibuktikan, namun data perdagangan hari ini jelas menunjukkan bahwa minat pasar terhadap saham kontraktor tambang ini sedang berada di puncaknya. Para trader dan investor kini memasang mata jeli pada layar monitor, menanti apakah dewa saham ini akan terus memberikan berkah cuan atau akan melakukan koreksi wajar di hari-hari perdagangan berikutnya.

Transaksi Jumbo BTN dan SMBC Pecah Rekor, Portofolio Kredit Rp19,9 Triliun Resmi Berpindah Tangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *