Jakarta – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menjadi perhatian pelaku pasar setelah mencatat lonjakan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan infrastruktur yang terafiliasi dengan grup usaha Prajogo Pangestu ini menunjukkan pertumbuhan agresif baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan CDIA tumbuh sekitar 44 persen secara tahunan menjadi sekitar US$148 juta. Peningkatan ini diikuti lonjakan laba bersih yang mencapai lebih dari 280 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut didorong oleh kontribusi kuat dari sektor energi, terutama penjualan listrik dan jasa ketenagalistrikan, serta bisnis logistik dan maritim yang terus berkembang.
Direktur perusahaan menyebut tahun 2025 sebagai fase penting transformasi, terutama setelah perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Momentum tersebut dinilai memperkuat fondasi operasional sekaligus memperluas akses pendanaan.
Selain itu, perusahaan juga mencatat EBITDA yang meningkat signifikan hingga hampir tiga kali lipat. Hal ini mencerminkan efisiensi operasional serta strategi ekspansi yang mulai memberikan hasil nyata.
Di tengah kinerja positif tersebut, pergerakan saham CDIA sempat mengalami tekanan pada awal 2026. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, harga saham mulai menunjukkan pemulihan meski secara year-to-date masih terkoreksi cukup dalam.
Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan antara fundamental perusahaan dan sentimen pasar, yang masih dipengaruhi dinamika eksternal serta persepsi investor terhadap sektor infrastruktur.
Memasuki 2026, CDIA menyiapkan langkah ekspansi lanjutan dengan memperkuat ekosistem bisnis terintegrasi. Fokus pengembangan mencakup sektor energi, logistik, kepelabuhanan, hingga penyimpanan industri.
Perusahaan juga berencana meningkatkan kapasitas listrik serta memperluas armada logistik, termasuk penambahan kapal dan penguatan jaringan distribusi darat.
Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah dukungan terhadap pengembangan fasilitas kimia CA-EDC di Cilegon. Proyek ini diperkirakan menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur industri nasional.
Dengan likuiditas yang kuat dan dukungan pendanaan dari berbagai institusi keuangan, CDIA dinilai memiliki ruang ekspansi yang luas. Perusahaan juga mengantongi dana besar hasil penawaran umum perdana saham yang dilakukan pada 2025.
Analis melihat, keberhasilan menjaga pertumbuhan di tengah ekspansi akan menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan investor ke depan. Jika strategi berjalan sesuai rencana, CDIA berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemain penting di sektor infrastruktur terintegrasi di Indonesia.




Komentar